Tampilkan postingan dengan label Kelas Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kelas Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Februari 2013

Terinspirasi di Kelas Inspirasi

Sebenarnya cerita ini pengennya langsung ditulis begitu selesai Kelas Inspirasi,
tapi berhubung sesuatu dan lain hal tidak sempat menulis..
Tapi, better late than never,kan... Jadi walopun telat saya mau menuliksan pengalaman Kelas Inspirasi

Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba juga, 20 Februari 2013
Pagi-pagi buat menuju SDN Petajen Barat 03 dengan rasa semangat sekaligus dag-dig-dug...
Pagi K-24, kelompok kami diawali dengan diskusi terakhir pembagian kelas...
Di samping K-24 yang terdiri dari saya (penerjemah), Puri (sang Instruktur senam  selam), Afit (tukang masak dan pemilik warung yang kondang itu), Didit (web designer), Iffa (konsultan), Anita (change management XL), Felix aka pak Lurah (Insyinyur listrik....;p) dan pak Alwin (pak direkturn Antam), kami kedatangan juga Fitria sang fasilitator yang baik hati dan manis, serta pak Hikmat dari Indonesia Mengajar.

Bismillah

'Perjuangan' kami dimulai dari jam pelajaran ke-2, yaitu tepatnya di jam 07:05. Buat saya sendiri, hari yang begitu berkesan ini dimulai dengan mengajar di kelas 2A yang terletak di lantai bawah.
Sebenarnya saya tidak punya lesson plan khusus untuk menjelaskan pekerjaan saya sebagai penerjemah... Yang ingin saya sampaikan supaya mereka mengerti pekerjaan penerjemah itu apa adalah dengan cara
menunjukkan di dunia itu ada berbagai macam negara di dunia (sambil bawa2 globe) dan begitu banyak bahasa di dunia,sehingga kalau orang-orang antar negara bertemu dan mau ngobrol, walau bahasa yang digunakan berbeda mereka tetap bisa ngobrol dengan bantuan penerjemah.
Untuk lebih kongkrit, saya menghadirkan 'wawancara' DORAEMON dengan JOKOWI , 'Doraemon' bertanya pada dalam bahasa Jepang saya terjemahkan ke 'Jokowi'. Kemudian jawaban 'Jokowi' menjawab dalam bahasa Indonesia dan saya terjemahkan ke 'Doraemon' .
Senang dan terharu ketika anak-anak memberi tepuk tangan dan berteriak senang dengan 'pertunjukkan' saya itu.

Kemudian saya hadirkan 'Doraemon' dan 'Nobita' dalam kelas dan minta mereka untuk bertanya kepada kedua tamu dari Jepang tersebut... Pertanyaan dari anak-anak itu juga saya terjemahkan ke bahasa Jepang, jawaban dari 'Doraemon' dan 'Nobita' dalam bahasa Jepang saya terjemahkan dalam bahasa Indonesia untuk mereka
Anak-anak itu dengan daya imajinasinya dan tampangnya yang serius melontarkan aneka pertanyaan yang membuat saya tergelak

'Doraemon kapan pulang ke Jepang'

'Doraemon makan nasi nggak sih ? kok makannya Dorayaki doang ?'

'Tinggalnya di mana sih ? Di sana banjir nggak ? Macet nggak ?' 

'Doraemon nggak bisa bahasa lain selain Jepang ? bahasa Indonesia ? bahasa Jawa?'

'Nobita kenapa pakai kacamata ? emangnya minus berapa ?'

'Sekarang kelas berapa ? sama ya dengan kita masih SD' 

'Nobita potong rambutnya di mana ?'

Dan aneka pertanyaan lainnya yang membuat saya tetawa dengan kepolosan mereka...
Dan sangat terkesan dengan kebebasan mereka untuk berimajinasi dan berpikir tanpa batasan.

Saya juga sempat mengajarkan tentang ucapan salam sederhana dalam bahasa Jepang dan di beberapa kelas  juga mengajarkan lagu doraemon dalam bahasa Jepang. Di beberapa kelas terbentuklah boyband dan girlband yang berani maju ke depan kelas untuk nyanyi lagu Dorameon itu...

 'anna koto iina.. dekitara ii na'...boyband kelas 3
Terkesan dengan keberanian dan keceriaan mereka yang antusias belajar bahasa dan lagu asing yang sebenarnya sudah akrab dengan telinga mereka... 

Ketika saya tanyakan cerita mereka, banyak yang menyebutkan guru, dokter, tentara, pemain sepak bola, masuk Timnas, pemain basket, desainer baju, nahkoda kapal dan lain-lain...

Total hari itu saya mengajar di 8 kelas mulai dari kelas 1-6 (kelas 5&6 masing-masing 2 kelas). 
Satu sesi berlangsung selama kurang lebih 35 menit... 35 menitX8 sesi = cukup bikin capek, tapi senang dan PUAS!! 

Untuk acara closing kami,K-24 dan para guru-guru seluruh murid berkumpul di lapangan, ada sedikit game penutupan, sepatah dua patah kata dari perwakilan K-24 dan pihak sekolah, pemberian kenang-kenangan serta ini dia acara 'GONG'nya... kami meminta semua anak untuk menuliskan cita-cita mereka di secarik kartu cita-cita dan menggantungkannya di pohon Inspirasi... Dengan harapan cita-cita yang mereka tuliskan hari itu bisa terus terpupuk dan tumbuh bersama dengan pohon Inspirasi...
Gantungkan kartu cita2mu di pohon inspirasi


Sofia, anak kelas 3 yang cita2nya jadi penerjemah
















Satu hari  ini sangat berarti untuk saya... Satu hari di mana saya   bisa langsung berinteraksi dengan dunia pendidikan di Indonesia... Bisa langsung memandang wajah-wajah generasi penerus bangsa... Bangga dengan semua anak-anak di sekolah ini.. Kagum dengan dedikasi para guru di sekolah ini... Hari itu saya hadir di sana bukan untuk menginspirasi tapi justru untuk terinspirasi untuk terus bisa berbuat sesuatu dan berkontribusi. Bangga bisa menjadi bagian dari Kelas Inspirasi.

Satu kado spesial dari Kelas Inspirasi adalah teman-teman K-24 yang menurut saya sangat hebat dan saling menginspirasi satu sama lain..
Ki-ka : Felix, Didit, pohon Inspirasi, Afit, Vita, Anita, Iffa, plus Puri yang ndodok









Kelas Inspirasi.. Belajar kembali ke niat

pose dengan keluarga 6B

Tantangan dari kelas Inspirasi adalah 'berani mengambil cuti' buat saya yang kerja sebagai freelance, hal ini bukan suatu yang susah.. Saya hanya perlu tidak mengambil tawaran kerja di tanggal tersebut, gak perlu repot-repot mengajukan cuti di tanggal 20 Februari.
Ndilalah, di hari pengumuman Kelas Inspirasi tanggal 31 Januari, saya mendapat tawaran pekerejaan yang sangat BESAR untuk tanggal 20 Februari di jam yang sama dengan jam pelaksanaan kelas Inspirasi.
Kenapa saya bilang ini pekerjaan besar ? Karena tawaran ini merupakan jenis pekerjaan yang belum pernah saya lakukan, banyak tantangan baru di pekerjaan ini, ditambah tawaran ini datang langsung dari sebuah perusahaan yang sangat besar di Jepang.

Dengan pertimbangan kalau tawaran yang BESAR ini saya ambil, pasti jadi 'torehan' yang berarti untuk orang yang berkarir sebagai freelance seperti saya, sempat tergoda juga untuk melewatkan kesempatan dari kelas Inspirasi dan bekerja di tanggal 20 Februari tsb.

Tapi, setelah membuka kembali kelasinspirasi saya jadi merenung, sebenarnya apa niat saya untuk ikutan kelas inspirasi ini ? kenapa dulu saya mau repot-repot menuliskan ini-itu ketika mendaftar kelas inspirasi.
Ya, mungkin seperti sebagian besar dari kita, saya juga turut 'menyumbang' pendidikan di Indonesia dalam bentuk dana... Program orang tua asuh, sumbangan ini-itu, donasi ini-itu... Semuanya pernah saya lakukan dengan niat ingin memajukan pendidikan Indonesia...

Tapi..
apa pernah saya berinteraksi dengan anak-anak itu ?
Dengan sekolah ?
Dengan guru-guru dan kepala sekolahnya ? 

Semua jawabannya TIDAK... yang pernah saya sumbang hanya dalam bentuk materi, belum pernah dalam bentuk 'tenaga' dan 'kehadiran saya'

NIAT
Itulah yang menjadi pertimbangan saya... Segala sesuatu itu harus dikembalikan ke niat awal kita, ke tujuan semula kita
Niat saya memang menyumbangkan kehadiran saya, berarti nggak boleh nggak saya harus hadir di kelas Inspirasi, kehadiran saya nggak boleh digantikan dalam bentuk materi apalagi hanya sekedar doa supaya Kelas Inspirasi berjalan lancar.
Dan tujuan saya satu lagi adalah bukan memberikan inspirasi tapi justru pengen dapat inspirasi dari anak-anak SD yang masih sangat polos, tanpa 'filter' tanpa prasangka.. Hal-hal yang hilang seiring dengan bertambahnya usia kita.

Akhirnya, setelah perenungan sehari semalam, Bismillah saya menolak pekerjaan yang sangat menggiurkan itu dengan alasan saya ingin ikut kelas Inspirasi. Walau klien tsb tampaknya kecewa dengan jawaban saya, tapi sepertinya beliau bisa memahami saya.
Bahkan beberapa hari kemudian, beliau ikut memberikan usulan dialog yang bisa saya pakai waktu memperagakan wawancara Doraemon dan Jokowi (profesi penerjemah saya jelaskan dengan wawancara imajiner Doraemon dan Jokowi).. Bentuk dukungan yang berarti buat saya.

Awal minggu ini klien tsb kembali menghubungi saya, project yang batal di tanggal 20 Februari tsb, tetap akan dilaksanakan di bulan Maret. Dan beliau memberikan kebebasan pada saya untuk menentukan waktunya kapan... Ya, terserah saya mau tanggal berapa di bulan Maret. Saya yang memberikan jasa, tapi saya diberi kebabasan untuk tentukan tanggal, nanti beliau yang akan mengurus jadwal internalnya.
 .. .....Alhamdulillah
Rejeki memang tak lari ke mana, ya...

Ternyata, kesungguhan saya untuk kelas Inspirasi ini diuji...
 'Ujian' ternyata bisa berupa harus memilih satu di antara dua hal yang sangat kita inginkan....
Dan ketika kita harus memutuskan salah satu di antaranya, kembalikanlah semuanya ke niat awal...
Karena sesuatu yang datangnya dari niat dari hati tidak akan pernah salah...
Dan pasti akan menuntun kita ke arah yang benar... ke arah kita yang lebih baik..

Dan! kalaupun tawaran pekerjaan itu tidak ada gantinya, saya tetap akan bilang bahwa saya bangga lebih memilih Kelas Inspirasi ketimbang memilih tawaran kerjaan.
Karena dengan ikut Kelas Inspirasi saya mendapatkan lebih dari yang saya berikan,
Terima Kasih Kelas Inspirasi!!
.... (berlanjut ke cerita Hari H kelas Inspirasi di postingan berikut)